Modest Fashion
Klik untuk lihat detail buku

CORTEX merupakan paradoks kecerdasan buatan di era evolusi digital di mana digitalisasi membaur di seluruh lingkup hidup manusia. AI digambarkan sebagai neokorteks eksternal bagi umat manusia yang membantu dalam proses riset desain dan seringkali berujung pada inovasi material.

Pada subtema pertama, FRACTALUSCIOUS (keindahan fraktal), bentukan tak terduga muncul dinamis dan berkesan seperti organisme yang tumbuh dan bergerak. Bentukan ini berperan besar sebagai detail maupun aksen pada koleksi subtema ini.
Pada subtema kedua, LUCID (jelas), lebih bermain pada kesan transluscent dan tembus pandang pada material yang dipakai sehingga lebih mengesankan minimalis, sleek, vivid, dan clean. Sebaliknya, pada subtema terakhir, GLITCH (seni malfungsi), justru lebih menekankan pada tekstur ataupun motif ombre maupun nyaris abstrak dengan noise dan grainy yang memberi kesan tidak beraturan dan bengkok.

CORTEX is a paradox of Artificial Intteligent (AI) in the era of digital evolution where digitalization blends with every human’s life aspect. AI was described as external neocortex for human kind to help the process of design research, and it often leads to material innovation. In the first subtheme, FRACTALUSCIOUS (fractal beauty), the highlighted accent is a dynamic unexpected form which looks like a living thing as if it is moving organism.

The second subtheme, LUCID (clear), brings transluscent and transparent effects which cause impressions of sleek, vivid and clean. The last subtheme, GLITCH (malfunction art), emphasizes more on the texture or the ombre which is near to abstract motif, with noisy and grainy style that gives the irregular and crooked impression.

2
SHARE