THE NEW ERA OF INTERIOR DESIGN
04.08.19 /

THE NEW ERA OF INTERIOR DESIGN

Prospek industri interior di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan angka yang cukup signifikan. Tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat kian peduli dengan keindahan tata ruang yang memberikan kenyamanan. Media sosial turut berperan dalam membentuk gaya hidup masyarakat yang menjadikan keunikan tata ruang menjadi suatu kebutuhan. Hal ini ditunjukan dari media sosial khususnya Instagram, soal banyaknya orang yang mulai menjadikan estetika dalam tata ruang sebagai konten di media sosial. Membuat peran desain interior semakin penting dan menjadi daya tarik suatu tempat.

Dengan sumber daya kreatif yang semakin meningkat, BEKRAF berharap para desainer interior dapat terus mengembangkan ide dan kemampuannya untuk aktualisasi diri sehingga dapat menghasilkan karya semakin berkualitas. Indonesia Trend Forecasting (ITF) didukung oleh BEKRAF turut berpartisipasi dalam Interior Designer Gathering (IDG) 2019 persembahan Dekoruma, melalui kegiatan pengembangan kapasitas dan mengkolaborasikan para Desainer Interior untuk memajukan sektor industri kreatif Indonesia melalui diseminasi hasil riset trend forecasting bertajuk Interior Design Trend Forecast 2019-2020 di Soehanna Hall, The Energy Building Jakarta pada Sabtu (27/07) lalu.

THE NEW ERA OF INTERIOR DESIGN

Interior Designer Gathering (IDG) 2019 yang bertajuk "The New Era of Interior Design" bertujuan untuk mengapresiasi para pelaku di industri desain interior, karena telah memberikan karya dan dedikasinya untuk menciptakan sebuah desain yang luar biasa. IDG 2019 diharapkan bisa menjembatani kiprah para pelaku desain interior agar lebih eksis di industri ini.

Interior Design Trend Forecast 2019-2020 memberikan sosialisai kepada para desainer, salah satunya mengenai Trend Forecasting 'Singularity’ yang merupakan hasil riset dari Tim ITF mengenai pediksi tren di tahun 2019-2020 yang dapat digunakan sebagai referensi desain supaya menghasilkan karya yang sejalan dengan arah perkembangan tren.

Acara dibuka oleh Wawan Rusiawan selaku Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif yang mengapresiasi antusiasme para peserta kegiatan ini. Dilanjutkan dengan pemaparan dari Rina Renville, Tri Anugerah serta dimoderatori Dara Thalia selaku tim ITF, seputar pola pikir yang mendasari munculnya Singularity sebagai panduan tren industri kreatif Indonesia 2019-2020.

Singularity memiliki empat konsep turunan yang diantaranya: Exuberant, Neo Medieval, Svarga dan Cortex. Rina Renville dan Tri Anugrah dari ITF menyampaikan empat karakter Singularity, serta mencontohkan bagaimana mengimplementasikan konsep tersebut ke dalam sebuah desain. 

Konsep turunan Singularity memiliki karakter yang berbeda dalam penggunaan material, warna maupun teknologi. Dapat dijadikan sebuah referensi desain dan juga dikolaborasikan untuk menciptakan sebuah ide baru.

Untuk sesi selanjutnya peserta diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan terkait penerapan Singularity terhadap industri desain interior, sesi ini dipandu oleh tim ITF Dara Thalia. Peserta terdiri dari kalangan desainer hingga mahasiswa ini bersemangat dalam menggali lebih dalam bagaimana menerjemahkan sub tema Singularity, mengkolaborasikan hingga kemudian mempresentasikannya ke dalam sebuah desain.

SHARE
0 Komentar