TREND FORECASTING THEME ON MODEST FASHION
04.08.19 /

TREND FORECASTING THEME ON MODEST FASHION

Tren busana muslim di Indonesia tengah mendapat perhatian dari beberapa negara dan juga berpotensi menjadi pasar modest fashion terbesar di Asia. Karya desainer busana muslim Indonesia dinilai memiliki karakter dan bervariatif. Ini merupakan peluang bagi Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim tahun 2020

Untuk mewujudkan hal ini, BEKRAF dan Indonesia Trend Forecasting (ITF) bersinergi dengan beberapa desainer tanah air pada peragaan busana Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2019 yang diselenggarakan oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC) di Jakarta Convention Center, Jumat (03/05) lalu.

Para desainer yang turut berkolaborasi diantaranya Danjyo Hiyoji, Hannie Hananto, Irmasari Joedawinata, Monika Jufry, Happa By Mel Ahyar, Barli Asmara, Syukriah Rusydi, dan Rosie Rahmadi.

Peragaan Busana dibuka oleh Wawan Rusiawan selaku Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, beliau mengapresiasi keragaman karya para desainer yang turut berkolaborasi. Peragaan busana yang digelar menampilkan karya para desainer tanah air yang mengusung tema ‘Singularity’. Konsep turunan Singularity antaranya: Exuberant, Neo Medieval, Svarga dan Cortex diterjemahkan dan dipresentasikan ke dalam karya yang mereka tampilkan.

 


EXUBERANT : Tema yang menonjolkan sisi positif, optimisme, dinamis, dan cerdas. 

NEO MEDIEVAL : Bertema abad pertengahan dengan karakter maskulin dan tangguh.

SVARGA : Menitikberatkan pada kultur sebagai pondasi manusia.

CORTEX : Tema futuristik, mengangkat kecerdasan buatan dalam menghasilkan desain baru.

Hal ini merupakan salah satu upaya Bekraf dalam menyiapkan ekosistem industri modest fashion Indonesia yang lebih siap untuk bersaing di pasar luar. Melalui Trend forecasting sebagai arahan dan referensi untuk para pelaku kreatif, untuk menjadikan Indonesia sebagai tren modest fashion dunia.

SHARE
0 Komentar