Peluncuran Trend Forecast 19/20
27.09.18 / Badan Ekonomi Kreatif

27
September 2018

Alamat

Grand Indonesia Auditorium 8 CGV West Mall 8th Floor Jl MH Thamrin no. 1 Jakarta

Akan Menghadiri

8 users

DESKRIPSI ACARA

SIARAN PERS

Jakarta, 27/9/2018 – Badan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan kembali meluncurkan hasil risetnya. Bertajuk Trend Forecast 2019/2020, launching kali ini bertempat di Auditorium 8 CGV – Grand Indonesia. Trend Forecast ini diharapkan bisa menjadi rujukan bagi pelaku industri, desainer, maupun akademisi bidang desain yang selama ini kesulitan mendapatkan referensi trend dalam negeri. Trend yang berisi panduan dan inspirasi dalam bentuk, desain, warna, sketsa hingga selera pasar terkini.

ITF merupakan perhelatan tahunan yang sudah mulai digagas sejak tahun lalu. Menghasilkan 5 buku turunan bertemakan “Greyzone”, Trend Forecasting 2017/2018 telah diluncurkan pada awal tahun 2017. Kelima buku tersebut antara lain: Trend Fashion Modest (Muslim) 2017/2018, Trend Tekstil, Trend Desain Interior 2017/2018, dan Trend Desain Produk 2017/2018. Hasil trend forecast ini telah banyak diaplikasikan oleh para pelaku ekonomi kreatif Indonesia dan juga di lingkungan akademisi.

Trend forecasting 2019/2020 digarap dengan sangat serius dengan melibatkan tim dari berbagai bidang keilmuan. Berada di bawah koordinasi tim yang menyebut dirinya Indonesia Trend Forecasting (ITF), riset trend ini melibatkan peneliti dari berbagai bidang seperti ekonomi, demografi, antropologi, lingkungan hidup, teknologi informatika, dan tentu saja desainer. Berbagai asosiasi desainer juga turut ambil bagian, seperti fashion (Indonesia Fashion Chamber), desain interior (Himpunan Desainer Interior Indonesia), desain produk (Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia), tekstil (Komunitas Tekstil ITB), serta grafis (Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia).

 

Penyusunan trend forecast 2019/2020 ini melalui proses yang panjang. Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan, Abdur Rohim Boy Berawi menyatakan, “Pengumpulan data dilakukan baik langsung dari lapangan, menyuplik dari berbagai sumber, dan juga dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, yaitu dengan metode data crawling”. Demi menghasilkan hasil yang lebih akurat, serangkaian Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dengan para ahli juga dilakukan secara intensif. Sehingga pemahaman yang mendalam mengenai fenomena-fenomena penggerak trend benar didapat.

Ada yang berbeda, pada tahun kedua peluncuran trend forecast yang dikomando oleh Bekraf ini. Tidak lagi menjadi peluncuran buku seperti pada peluncuran “Greyzone” tahun lalu, trend forecast 2019/2020 kali ini dikemas dalam sebuah portal. “Kami mencoba memperkuat ekosistem desain dan ekonomi kreatif melalui penyebaran trend forecast yang lebih masif”, jelas Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik. Ricky menambahkan, ke depannya portal ini juga akan berfungsi sebagai wadah bagi desainer, termasuk fashion desainer, untuk berinteraksi satu sama lain dan dengan pelaku kreatif lainnya.

Prediksi Trend 2019/2020: SINGULARITY

Pada tahun 2018, Bekraf dan ITF meluncurkan hasil riset trend forecasting untuk memberikan arahan trend bagi subsektor fashion, kriya, desain interior, dan desain produk untuk 2019/2020 mendatang. Dina Midiani menyebutkan bahwa hasil riset trend forecasting tersebut juga hadir dalam format konten IMPULSE sebagai tema besar, dan DECODING sebagai acuan penerapan nya. “Penting sekali menerapkan trend forecast yang dikawinkan dengan kekayaan unsur lokal yang kita miliki” tambah Dina Midiani, Koordinator Tim Penyusun ITF.

Tema besar trend forecasting kali ini adalah "Singularity". Penamaan ini terinspirasi dari paradoks terbesar dalam abad ke 21 dengan beberapa pertanyaan yang mendasari, misalnya apakah eksistensi kita akan terhapus oleh mesin, atau justru keberadaan mesin tersebut akan memperbaiki eksistensi kita menjadi “manusia super”?

Isti Dhaniswari menjelaskan, keganjilan teknologi (disebut sebagai Singularity) adalah sebuah hipotesis yang memprediksi bahwa penemuan kecerdasan artifisial super akan memicu secara tiba-tiba pelarian pertumbuhan teknologi yang menghasilkan kecerdasan super yang begitu kuatnya, yang secara kualitatif akan jauh melampaui seluruh kecerdasan manusia. Hal ini merupakan titik kritis untuk mempertanyakan masa depan supremasi manusia di muka bumi. “Ada 4 tema menarik yang menjadi representasi dari Singularity untuk Indonesia tahun 2019/2020”, tambah Isti Dhaniswari, Konseptor dan Penulis dari Tim ITF. Keempat tema tersebut yaitu:

Exuberant

Adalah sebuah karakter kemanusiaan yang dinamis dan cerdas serta menjadi spirit positif untuk menguasai singularity. Karakter dasar dari tema ini adalah santai, ramah, sedikit “nerdy”, namun tetap stylish dan lucu. Kehidupan yang tidak terlepas dari teknologi digital merangkul rekonsiliasi budaya dalam musik, hiburan dan seni, yang divisualisasikan dengan grafis yang berwarna, street art, komik, dan kartun. Diilhami oleh subkultur Asia-Amerika yang menyebar ke seluruh dunia, terutama negara-negara Asia, termasuk musik Asia Tap-Rap, yang membuat rapper Indonesia, Rich Bryan, melejit dalam bisnis hiburan internasional.

Neo Medieval

Adalah pola pikir yang menjadikan kemajuan teknologi sebagai sebuah paradoks dalam konsep singularity. Globalisasi mengakibatkan sebuah trend yang menyerupai masa abad pertengahan. Tema-tema abad pertengahan menjadi tetap mempesona dalam dunia yang modern dan berteknologi tinggi karena sebuah narasi romantis sejarah sangat dibutuhkan untuk menjelaskan pandangan yang membingungkan akan situasi politik dan budaya saat ini. Meski bernapas abad pertengahan, namun sangat futuristis dan terlihat berlatar belakang teknologi tinggi yang membuat kita membebaskan imajinasi dan kreativitas untuk menghidupkan gaya historis-futuristis.

Svarga

Tema trend ini mewakili potensi kemanusiaan yang inklusif dan berempati pada latar belakang kultural sehingga memperkuat posisi manusia dalam singularity. Svarga adalah kata bahasa sansekerta yang berarti “Surga”, untuk menggambarkan pendekatan antar manusia secara spiritual. “Impact trip” merupakan cara baru untuk menikmati liburan, seperti juga akomodasi Co-Living yang merangkul aktivitas sosial yang unik bagi penduduk lokal, meningkatkan apresiasi pada manusia dan kultur di area sekitar akomodasi tersebut. Svarga merupakan simbol dari dampak yang bisa dihasilkan jika umat manusia bersatu dan bekerjasama, memberikan kemurahan hati dan pengetahuan dengan imbalan rasa bahagia, menciptakan semacam surga di atas bumi, mengurangi kerusakan dan penyakit sosial yang tercipta dengan berjalannya sejarah umat manusia. Desain memperlihatkan produk-produk berbasis kriya bernilai tinggi, untuk menggarisbawahi warisan tradisi yang tak ternilai harganya dan kearifan lokal pelaku kriya tradisional, yang eksistensinya kini menjadi penjaga preservasi budaya.

Cortex

Tema trend yang mewakili sistem dasar yang mendistrupsi kehidupan dalam singularity. Algoritma dari media sosial yang kita gunakan mendikte selera, tendensi, bahkan cara berpikir kita. Sementara, kita masih percaya bahwa apapun yang ada dalam kepala kita merupakan hasil murni dari proses berpikir. Ada hipotesis yang cenderung membingkai kecerdasan buatan atau AI sebagai sebuah cara untuk membuat sintesis manusia dan mesin, yang akan membesut kita menjadi manusia super. Dalam proses pengembangan desain, telah dibuktikan bahwa AI bukan hanya berfungsi sebagai alat pembantu desainer, melainkan juga bisa menjadi desainer itu sendiri. Pada mulanya hal tersebut terasa mengerikan. Akan tetapi, AI juga bisa berarti sebuah harapan bagi dunia yang lebih baik. Tema ini menggambarkan AI sebagai neokorteks eksternal bagi umat manusia, yang berlaku sebagai alat untuk mengeksplorasi bentuk, material, dan medium dalam riset desain. Hasilnya seringkali tak terduga, membuka horizon baru mengenai visi, bentuk, dan material.                              

***       

Tentang Bekraf

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggungjawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

 

Kontak Media:
Mariaman Purba
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik
Badan Ekonomi Kreatif Indonesia
T: +62 813 1750 6456
Email: [email protected]
Website: http://www.bekraf.go.id/
Twitter: @BekrafID

SHARE
Peta Lokasi